1400an...
Kala itu, Selat Malaya, perairan yang ramai di kunjungi para pedagang dari berbagai penjuru dunia. Selat yang diapit oleh semenanjung Malaya dan semenanjung Andalas, yang terletak di barat Nusantara. Nampaklah ratusan kapal bermunculan dari ujung laut. Ketika angin mulai membawanya mendekat, terlihatlah ciri khas kapal-kapal itu yang beda dengan kapal lainnya yang senantiasa berlalu lalang di selat itu. Namun iringan kapal itu seakan tak asing lagi, para pedagang yang berlabuh di Malaka sudah terbiasa dengan kedatangannya.